Menumbuhkan Optimisme Kita

Tulisan pengantar pada buletin BEM FIB UI dalam rangka menyambut mahasiswa baru FIB UI angkatan 2009..lumayan buat nyemangatin para ‘jiwa-jiwa muda’ ini supaya ga ‘mati muda’🙂

Membangun UI, sama dengan membangun Bangsa

(Usman Chatib Warsa, Mantan Rektor Universitas Indonesia)

Begitulah janji Rektor Universitas Indonesia ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini. Sungguh, saya teramat yakin dengan kata-kata diatas. Spirit awal dibukanya kampus Universitas Indonesia memang bertujuan agar seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang asal-usul ataupun latar belakang ekonominya, dapat tumbuh-berkembang membesarkan bangsa. Disinilah calon pemimpin dari tiap sektor kehidupan di gembleng dan merasakan kerasnya kompetisi. Insya Allah, UI adalah kampus yang merepresentasikan keindonesiaan.

Sebangun dengan sejarah besar UI, mahasiswa kampus ini tercatat ikut serta dalam setiap fase genting perubahan di Indonesia, sejak era pra kemerdekaan hingga sekarang. Mahasiswa UI tidak hanya identik dengan “singa gerakannya”, tapi juga produk intelektual, penalaran kritis, keberpihakan pada nasib rakyat, dan pengembangan masyarakat. Saya kira, semua akan sepakat dan memang begitulah seharusnya kita bertindak.

Tetapi, saya menyadari, dalam iklim kemahasiswaan seperti sekarang, cukup berisiko berbicara seperti ini. Setiap penegasaan terhadap cita-cita, sejarah besar, dan nilai-nilai bersama sangat mungkin terkesan naif dan menutup-nutupi kenyataan bahwa ada permasalahan serius yang sedang kita hadapi. Ada persoalan kemiskinan, pengangguran, biaya pendidikan yang makin mahal, birokrasi kampus yang berbelit, ketergantungan pemuda pada narkoba dan dan segala bentuk kesia-siaan yang membuat kita tidak yakin atas apa yang kita lakukan.

Akan tetapi, bagi saya, kita tak punya pilihan. Itulah sederet tantangan yang harus kita hadapi saat ini. Mengabaikan tantangan terpenting akan menempatkan kita sebagai generasi pertama dalam sejarah yang merasakan kehidupan yang lebih lemah daripada yang kita warisi. Hanya harapan, mimpi, dan optimisme menatap masa depan yang mampu menyelamatkan kita dari keterpurukan. Kerja keras dan kerja cerdas harus mengarahkan kesadaran kolektif kita dalam setiap usaha perubahan. Mungkin, masing-masing kita mungkin punya cerita yang berbeda. Namun, saya merasa, hal-hal yang menyatukan kita jauh lebih banyak dan lebih berarti dibandingkan perbedaan-perbedaan itu.

Itulah yang saya tawarkan untuk semua mahasiswa baru UI angkatan 2009 dan lebih khusus lagi, mahasiswa baru FIB UI 2009. Salam hormat dan bangga saya atas pencapaian kalian semua. Selamat datang di kampus perjuangan. Jangan pernah terucap kata puas dalam berjuang, karena sejatinya anda baru memulai semuanya. Yakinlah dengan kemampuan yang anda miliki, berikanlah yang terbaik karena status “mahasiswa” adalah barang mewah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terlebih, ditengah nasib pendidikan yang masih tanda tanya. Teman-teman mahasiswa baru, amat saya harapkan berada di garis terdepan perubahan bangsa.

Hidup Mahasiswa.!! Hidup Rakyat Indonesia.!!

Noory Okthariza (Ketua Umum BEM FIB UI 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s