Akhir Century

Kontroversi Bailout Century berakhir. Palu diketuk. Dan kita sama-sama tahu, mayoritas fraksi menginkan kasus ini ditindaklunjuti lewat proses hukum. tapi benarkah demikian yang akan terjadi? apakah proses ini sampai menunjuk hidung penerima aliran dana – sebagaimana yang diduga oleh ‘investigasi politik’ di Senayan?

bagi saya pribadi, kegarangan yang dipertontonkan ‘wakil rakyat’ saat mencecer para saksi dalam proses Angket Century hanyalah sebatas realitas media. karena dalam proses berbulan-bulan itu, hampir kita tak melihat debat substansial dari kasus ini. apa yang dinamakan dengan civic education sama sekali tidak ada, kecuali kita melihat semakin cairnya relasi Presiden dan DPR dan elemen-elemen masyarakat lainnya, yang mana menginformasikan kepada kita kondisi pluralitas demokrasi yang sedang dijalani Indonesia.

seluruh fraksi gagal menyajikan aspek yang lebih subtil, misal ; sejauh mana intervensi negara dalam perekonomian? apa konsekuensi dari pilihan kebijakan ekonomi yang sedang diterapkan? bagaimana pilihan kebijakan ekonomi mempengaruhi cara kita bernegara?. yang menonjol justru perumitan masalah menjadi empat hal ; merger/akuisisi, FPJP, Bailout/PMS, dan aliran dana – yang semuanya itu berasal dari satu kebijakan mendasar ; proses Bailout.

inilah akibat demokrasi tanpa ideologi. jualan partai adalah jualaan kepentingan pragmatis jangka pendek, dan tidak pernah merenungkan dengan serius platform mereka. bahkan untuk partai yang memilih opsi C sekalipun, saya skeptis dengan konsistensi mereka. karena di Indonesia, posisi ditentukan oleh isu yang dibawa. kalau berani, momentum Century bisa dijadikan ukuran bagi kita melihat kebijakan tiap partai dalam menyikapi isu yang berbeda. misal ; tentang ACFTA, apakah mesti diteruskan, ditinjau ulang, atau dibatalkan sama sekali. tentang UU Minerba, tentang kontrak karya perusahaan asing, dan sebagainya. beberapa isu diatas adalah test case untuk parpol apakah perhatian mereka thd kasus Century murni dilandasi keyakinan ideologis, atau kepentingan atas dasar kompromi politik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s