Tentang K2N Mahasiswa UI

Program K2N yang dicanangkan Universitas Indonesia satu tahun belakangan adalah satu langkah maju. Tahun lalu, mahasiswa UI dikirim ke Miangas. Tahun ini ke 12 pulau terluar Nusantara mulai dari Sabang sampe Merauke, Nabire, pulau Rote, pulau Berhala, dan banyak lagi. Dengan tema dan visi yang cukup bagus tentang strategi pertahanan pulau-pulau terluar Indonesia. Saya dengar, program ini terlaksana berkat bantuan beberapa Usahawan Swasta dan Departemen milik pemerintah. Terlepas dari carut-marutnya birokrasi dan kontroversi pembayaran uang kuliah yang semakin mahal, program ini patut diapresiasi. Alasannya sederhana. Mahasiswa generasi sekarang adalah mahasiswa dari golongan sosial-ekonomi yang terbilang mapan. Yang berasal dari golongan ekonomi lemah pasti ada dan jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit. Tapi saya kira, kerjasama beasiswa dan bantuan pendidikan yang dilakukan UI sangat membantu mahasiswa yang berasal dari golongan ini. Bahkan ada teman saya yang mengaku mengantongi tiga beasiswa sekaligus. “Kampus UI kampus rakyat” yang senantiasa didengungkan aktivis mahasiswa adalah jargon yang diperuntukkan memelihara semangat dan harapan anak-anak dari seluruh pelosok negeri untuk kuliah di UI. Karena percayalah, realitas UI bukan realitas Indonesia. Sangat jauh. Disini fasilitas lengkap. Transportasi Bis yang sangat nyaman, Hotspot dimana-mana, ada jalur sepeda, sarana olahraga, perpustakaan mewah, taman yang indah, danau yang menyejukkan, nuansa kampus yang seperti taman wisata. Jadi, seharusnya tak ada alasan untuk tidak pintar kuliah di UI.

Kembali ke K2N, saya keberatan dengan syarat minimal 90 SKS untuk mengikuti program ini. Justru mahasiswa sejak tahun pertama seharusnya diikutsertakan pada kerja sosial seperti ini. Bukan mengharapkan pada kegiatan-kegiatan temporer seperti baksos atau jalan-jalan sosial, sebagaimana sering dilaksanakan BEM-BEM Fakultas. Setiap mahasiswa UI seharusnya diwajibkan minimal sebulan untuk ikut program pengabdian masyarakat. Kalau tidak di tahun pertama, maka ia wajib di tahun kedua, atau ketiga, begitu seterusnya. Dan kewajiban ini harus diikuti layaknya keharusan mereka mengikuti mata kuliah wajib sebagai prasyarat kelulusan.

Perlahan-lahan, K2N ini harus diserahkan pada mahasiswa murni sebagai pengelolanya dan menjadikan kerja berbasis masyarakat luas menjadi trend setter disetiap kegiatan-kegiatan mahasiswa. Karena sudah jadi rahasia umum, logistik dan fasilitas berlebih tadi membuat mahasiswa menjauh dari realitas masyarakat. Masih untung kalau banyak mahasiswa sekarang seperti “orang yang berumah di awan” yang artinya mereka cerdas secara teori dan konsep-konsep akademik. Sekarang kondisinya, sulit sekali mencari mahasiswa dengan pikiran kritis, orisinil, apalagi idealis. Dengan program K2N, setidaknya mahasiswa UI bisa mengencangkan ikat pinggang dan semakin tersadarkan bahwa realitas Indonesia hanya bisa dimaknai lewat kedekatan dengan masyrakat kecil diluar Jawa yang tak tersentuh arus pembangunan, media massa, partai politik, dan keadilan. Mereka adalah orang Indonesia yang harus kita selami dengan sikap hormat. Di tempat-tempat yang sering kita asosiasikan dengan “ketidak-beruntungan, kemerosotan kebudayaan, keterbelakangan” itulah, bersembunyi rumah-rumah Tuhan.

Mahasiswa UI juga mendobrak dinding kuliah dengan mengasah sensitifitas sosial yang hanya berlangsung sebulan itu. Terkesan romantik memang, tapi begitulah adanya. Dimanapun dan kapanpun, selalu ada kesenjangan antara pengetahuan dan realitas. Ilmu yang teoritis per se, akan manipulatif dan cenderung mengabdi pada kekuasaan. Karena ilmu itu cara kerjanya mirip ideologi, semakin ia mengalami kekosongan dari kontradiksi-kontradiksi pandangannya, maka ia bisa menghegemoni. Dan mahasiswa yang menghambakan diri pada ilmu an sich, layak disebut keledai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s