In Memoriam ; I Wayan Suwira Satria

Hujan rintik-rintik mengguyur kampus UI tadi sore. kabar mengejutkan saya terima saat makan dan ngobrol di Kantin Sastra. Niat saya bertanya ke seorang teman tentang mata kuliah yang saya lewatkan siang harinya, “eh, tadi ada kuliah filsafat kontemporer ga?” “enggak ada, kan dosen pada ngelayat ke tempat Pak Wayan” saya agak bingung lalu meneruskan, “ngapain?” teman saya dengan ekspresi lebih bingung lagi “lu ga tau, Pak Wayan meninggal, sakit jantung, hari ini jenazah nya mau dikremasi”.

seperti tersambar petir, saya terkejut. alangkah cepatnya Tuhan memanggilnya, Pak Wayan, Pembimbing Akademis saya selama empat tahun di UI. teman saya bilang semua kuliah hari ini diliburkan untuk memberi kesempatan terakhir, melayat kerumah beliau.

di kelas, yang selalu saya perhatikan dari beliau justru kebugaran tubuhnya. Badannya tinggi – tegap. Sebagai ahli filsafat timur, saya ingat, Pak Wayan pernah mengajari kami – peserta kelas filsafat india – latihan yoga, di kelas terbuka. Selain untuk kesehatan, Pak Wayan bercerita tentang kedamaian dan bagaimana memaknai konsep harmoni yang diajarkan pemikiran timur.

sekalipun interaksi saya dengan Pak Wayan terbatas, saya tahu, beliau orang yang ramah, kebapakan, dan ingin mahasiswa bimbingannya maju dan berpikiran terbuka. pernah suatu ketika ia berkata “kamu harus gesit untuk masalah akademik, saya tidak pernah mau menyusahkan kamu, saya akan bantu sejauh yang saya bisa” (ketika itu saya menghadap beliau karena ada masalah Isian Rencana Studi yang selalu menjadi momok bagi saya tiap semesternya).

ditengah kesibukannya, Pak Wayan termasuk orang yang sulit ditemui di kampus. beberapa kali saya mengkontak beliau untuk minta persetujuan mata kuliah yang saya ambil di tiap semester (bahkan sampai akhir hayatnya, Isian Rencana Studi saya semester ini belum disetujui oleh beliau), tapi beliau selalu berhalangan (atau beberapa kali sedang berada di luar kota). pernah dengan nada cukup keras, saya ditegur lewat SMS oleh Pak Wayan karena telat mengurus IRS yang sudah lewat masa berlakunya. mungkin, kesabaran beliau sudah habis karena wakil dekan juga menegur langsung lewat account SIAK NG saya yang masih belum disetujui oleh PA.

Departemen dan mahasiswa filsafat UI hari ini berduka. Drs. I Wayan Suwira Satria MM, demikian namanya tertera dengan kelengkapan gelar akademis di bagian informasi “turut berduka cita” di depan gerbang masuk UI. semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan yang pernah Pak Wayan lakukan di dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s