Kemenangan Sepakbola Indah

tulisan iseng mengomentari kesuksesan Spanyol di Piala Dunia

Piala dunia 2010 usai sudah. Spanyol secara gemilang keluar sebagai juara untuk pertama kali. Tim matador dengan meyakinkan keluar sebagai pemenang yang mengusung sepakbola indah. Ya, sepakbola indah. Begitulah yang dikatakan Vicente del Bosque, pelatih Spanyol, dalam menilai keberhasilan negaranya menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Secara sederhana, sepakbola indah adalah karakter permainan yang mengedepankan taktik menyerang tik-tak, umpan-umpan pendek, dan skill individu pemain yang memukau. Kemenangan bukan menjadi tujuan akhir dari sebuah pertandingan. Filosofi dasar dari sepakbola indah ini sederhana ; lebih dari sekadar olahraga, sepakbola adalah seni pertunjukan. Dan karena ia seni, maka sepakbola haruslah elok dipandang. Penghargaan atas sepakbola bukan saja dilihat sebagai bagian dari olahraga, tetapi sebagai pertunjukan yang memiliki nilai tersendiri. Boleh dibilang, sepakbola adalah salah satu temuan permainan terbaik yang pernah diraih manusia abad 20. Sepakbola mengalihkan perhatian kita dari sejumlah informasi yang lebih sering mengedepankan aspek-aspek negatif.  Dalam kasus Indonesia, konon perhelatan Piala Dunia membuat sejumlah isu-isu politik menguap kepermukaan karena setiap orang, baik pemerintah, politisi, aparat penegak hukum, dan masyrakat luas sibuk nonton bola!

Sepakbola indah akhir-akhir ini mengalami tantangan serius dari sepakbola negatif (negative football). Tim yang menganut paham sepakbola negatif berpikir sebaliknya. Hasil akhir dari pertandingan adalah segala-galanya. Pola permainan hanya penting sejauh ia bisa membawa tim pada kemenangan. Alhasil, sepakbola negatif membuat sebuah kesebelasan bermain pragmatis, bertahan, dan membosankan. Tentu masih jelas dalam ingatan bagaimana Jose Mourinho membuat Barcelona frustasi ketika berhadapan dengan pola super defensif yang diperagakan Inter Milan di semifinal Liga Champion. Meskipun sepakbola negatif tidak dapat dikatakan gagal. Malah sebaliknya, sepakbola negatif efektif meredam tim yang berhasrat menyerang sangat tinggi. Tetapi, sepakbola negatif justru melihat sepakbola secara muram. Sepakbola negatif hanya memandang olahraga demi olahraga itu sendiri. Tidak ada keinginan memberi nilai lebih pada jutaan pasang mata yang merindukan akrobat cantik bak seniman di lapangan hijau.

Sejarah panjang

Usaha menempatkan tren sepakbola dengan permainan menawan, sebagaimana yang diperlihatkan spanyol, sebenarnya dimulai dengan perjuangan panjang. Satu dasawarsa terakhir, sepakbola Spanyol ditandai dengan melimpah ruahnya pemain-pemain kelas dunia yang merumput di negeri mereka. Spanyol kini menjadi kiblat sepabola dunia. Gelontoran Euro dikeluarkan untuk mendatangkan bintang-bintang dunia. Seniman sepakbola asal Prancis, Brazil, Inggris, Argentina berlomba-lomba mendapat tempat utama di klub-klub Spanyol. Adakalanya usaha ini dipandang sinis para pengamat olahraga. Mereka bilang, magnet sepakbola telah membuat sepakbola menjadi bisnis, dan pemain-pemain yang dibayar sangat mahal dianggap telah “melecehkan” sebagian orang, hanya karena banyak penikmat sepakbola bukan berasal dari kalangan ekonomi atas.

Kedatangan pemain-pemain terbaik dunia ke Spanyol tampaknya secara tidak langsung mempengaruhi pola permainan tim nasional Spanyol. Tak kurang dari Zinedine Zidane, Ronaldinho, dan Lionel Messi telah memeragakan permainan sepakbola indah yang mencengangkan mata. Sepakbola indah yang dimainkan Barcelona dan Real Madrid, dua klub raksasa sepakbola Spanyol, tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan dimana-mana. Disinilah kehebatan Spanyol. Kemampuan mereka mendatangkan bintang-bintang sepakbola dunia tidak membuat mereka lupa untuk terus mengasah kemampuan pesepakbola lokal. Mereka tahu, apalah artinya sukses diajang klub tetapi tim nasional sendiri amburadul. Kita melihat dideretan line up pemain Barcelona, Real Madrid atau Valencia, selalu bercokol banyak pemain lokal. Pemain Spanyol tidak pernah gagal bersaing dengan bintang-bintang negara lain.

Rahasia lain dibalik kesuksesan Spanyol adalah pembinaan sepakbola sejak usia dini. Banyak pemain kunci Spanyol dibidani dari kesuksesan sebuah akademi sepakbola. Xavi Hernandez, Iniesta, Puyol, dan Cassilas, untuk menyebut sedikit nama, adalah pesepakbola yang lahir dari rahim akademi sepakbola lokal. Bakat sepakbola mereka lahir dan ditemukan di negeri sendiri. Bahkan Lionel Messi, pesepakbola terbaik dunia saat ini, lahir dari akademi sepakbola Barcelona! Dengan cara ini, Spanyol mengalami surplus pemain dengan skil individu istimewa. Mereka memiliki dua lapis pemain yang sama baiknya. Ini adalah buah dari usaha panjang yang dibangun oleh kesadaran penuh dalam mengelola sepakbola secara profesional, sistematis, dan terukur.

Masa Depan Sepakbola

Piala Dunia 2010 telah berakhir. Kesuksesan Spanyol mejadi juara telah membuat rakyatnya berpesta. Mereka setidaknya dapat melupakan sejenak krisis perekonomian yang melanda negeri itu akibat tumpukan utang dan tingginya tingkat pengangguran.

Namun, yang terus harus didukung dari perhelatan akbar empat tahunan ini adalah kesadaran segenap insan sepakbola tentang filosofi sepakbola indah. Karena gegap gempita Piala Dunia telah menegaskan bahwa sepakbola sudah menjadi milik umat manusia. Dan untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi tiap pemain dan pelatih mempertontonkan permainan cantik dan menghibur. Spanyol sudah melakukan itu, dan mereka berhasil. Kemenangan Spanyol adalah kemenangan sepakbola indah.

One thought on “Kemenangan Sepakbola Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s