Dua Bulan Pertama

Sudah dua bulan lebih saya di Amerika. Saya meninggalkan Indonesia tanggal 10 Juli, sehari setelah pemilihan presiden. Saya menghabiskan waktu satu bulan pertama di Monterey, sebuah kota kecil nan indah di ujung pantai barat California. Kemudian pindah ke Athens, Ohio. Sekarang saya kuliah di Ohio University jurusan ilmu politik.

Dalam banyak hal Athens berbeda dari Monterey. Athens lebih kecil, lebih terpencil, dan sepi. Kampus OU ada di jantung kota Athens. Beberapa bangunan kampus berhimpitan dengan uptown di court street yang terkenal. Kota besar terdekat dari Athens adalah Parkersburg, di West Virginia. Jaraknya kira-kira 45 menit. Athens ke Columbus kira-kira 2 jam. Kalau mau ke Cleveland butuh waktu lebih dari 3 jam. Jadi saya memang tinggal jauh dari mana-mana, hehe.

Karena letaknya yang cukup jauh dari kota-kota besar, Athens tempat yang, buat saya, enak untuk belajar. Apalagi perpustakaan kampus buka sampai tengah malam (dan ada satu lantai yang khusus buka 24 jam). Ini memudahkan saya kalau harus begadang mengerjakan tugas. Kalau kelaparan, ada kafe di perpustakaan yang buka tengah malam. Mau pulang ke apartemen tinggal jalan kaki 10 menit.

Ngomong-ngomong soal kuliah, semester ini saya ambil 4 courses; POLS Scope and Theory, Seminar on International Relations, Law and Colonialism, dan Academic Writing. Di minggu pertama saya sempat ambil Elections and Campaigns tapi akhirnya saya dropped setelah mempertimbangkan silabus yang terlalu fokus pada American politics. Sebenarnya agak nggak enak juga sama dosen karena dia sempat minta saya presentasi tentang model kampanye dan pemilu di Indonesia. Dia minta saya, satu-satunya grad student internasional, bisa berbagi perspektif di kelas yang ternyata semuanya mahasiswa undergrads Amerika. Saya juga sempat mengambil Nationalism and Ethnic Conflict di minggu pertama. Tapi lagi-lagi saya dropped diganti dengan Law and Colonialism karena saya lihat assigned readings kuliah Law and Colonialism lebih menarik (dan tidak sebanyak Nationalism and Ethnic Conflict). Sementara 3 kuliah sisanya adalah mata kuliah wajib semester ini. Ada beberapa kuliah menarik yang ingin saya ambil sebetulnya, tapi jadwalnya bentrok dengan mata kuliah wajib. Jadi semester ini saya tidak punya banyak pilihan mengutak-atik mata kuliah. 

Kuliah musim gugur ini sudah dimulai sejak 3 minggu lalu. Dan dalam banyak hal saya masih agak kewalahan mengikuti ritme perkuliahan. Sepertinya grad school memang didesain untuk membikin mahasiswanya kewalahan, hahaha. Mudahan-mudahan bisa adaptasi lebih cepat. Tapi sejauh ini saya bisa menikmati perkuliahan di kelas. Walaupun pada minggu pertama agak kaget juga. Di kelas yang saya ambil isinya cuma 7-8 mahasiswa. Dosen tidak lagi memberikan lecture, tapi langsung membahas satu per satu assigned readings. Kami duduk melingkar di meja bundar dan masing-masing mahasiswa dipersilahkan berbagi pendapat, menyampaikan summary, kritik, kelemahan, kelebihan dari satu perspektif. Dosen sesekali akan memberikan umpan balik kalau dia melihat ada yang lemah dari pendapat-pendapat mahasiswanya, atau kalau ada konsep-konsep yang perlu diklarifikasi. Di kelas yang kecil dan partisipasi menjadi salah satu kriteria penilaian, mau tidak mau tiap mahasiswa dipaksa untuk aktif. Jadi, you better prepare ahead daripada “tersisih” dari perkuliahan, hehe. 

Itu saja. Kapan-kapan saya akan nulis lagi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s