Proyek Emansipasi Sosial Politik

Menyimak perkembangan situasi sosial – politik di Indonesia baru-baru ini, menegaskan kembali kepada kita tentang asosiasi kata “sosial” dan “politik” yang bermakna pejoratif. Kondisi sosial diwarnai sikap saling meniadakan antarindividu, ketidakpercayaan sosial, atau bentuk kebrutalan sosial terhadap fasilitas publik. Di level politik juga tak kalah menyedihkannya. Kemenangan di Pilkada diukur dari sejauh mana uang yang beredar, pemanfaatan jejaring klientalisme, bagi-bagi kursi jabatan. Bahkan, kini para pencuri di Senayan bisa berkeliling memberi petuah di Parlemen, TV, dan Media. Orang bersih dikeroyok beramai-ramai. Realitas ini diperparah dengan konstruksi media. Politik dilihat sebagai talkshow. Dan kebenaran politik adalah keberanan talkshow. Para elit terlalu cepat berkomentar, sedangkan orang banyak terlampau mudah hilang ingatannya.

Continue reading